Bagaimana Profesional Mengamankan Hak Kerja dengan Teknologi

"Di level senior, saya sangat merasakan bahwa kontrak dibuat jauh lebih kompleks sehingga makin sulit dipahami. janji yang diucapkan memang terasa manis sehingga sulit untuk menilai secara objektif. Untungnya Justisio membantu saya untuk menganalisis kontrak rumit itu sehingga keputusan saya lebih baik"
Profil Pengguna
Andi adalah seorang profesional yang baru saja menerima tawaran kerja sebagai Senior Product Manager di sebuah perusahaan teknologi finansial (Fintech) besar. Selain gaji bulanan, Andi juga ditawari opsi saham (ESOP) yang nilainya cukup besar di masa depan. Karena posisinya cukup senior, dokumen kontrak kerja yang diterima Andi sangat tebal, mencapai 18 halaman dengan banyak klausul teknis.
Tantangan
Secara tampilan, kontrak tersebut terlihat rapi dan formal. Namun, Andi menyadari bahwa perusahaan menggunakan tim hukum profesional untuk menyusunnya, sementara ia harus memahaminya sendiri. Andi merasa kesulitan memastikan apakah pasal-pasal di dalamnya sudah adil atau belum. Ia khawatir ada ketentuan yang merugikan, terutama soal saham dan aturan resign, tapi ia tidak punya waktu untuk membaca dan membedah setiap pasal secara manual.
Solusi
Andi menggunakan Justisio untuk memeriksa draf kontrak tersebut. Tujuannya sederhana: ia ingin tahu poin-poin mana yang berisiko dan apa implikasinya secara hukum sebelum ia tanda tangan.
Temuan Analisis
Dalam waktu singkat, Justisio menemukan 5 poin penting yang perlu diperhatikan:
1Ketentuan Saham (ESOP) yang Ketat
Isi Kontrak
"Karyawan berhak mendapatkan opsi saham setelah bekerja selama 2 tahun."
Temuan
Ada klausul tambahan yang menyebutkan jika Andi mengundurkan diri (resign), meskipun dengan alasan baik hak atas saham tersebut akan hangus. Saham hanya bisa dicairkan jika Andi tetap bekerja sampai perusahaan dijual (akuisisi) atau IPO. Ini membuat opsi saham tersebut sangat sulit didapatkan.
2Tanggung Jawab Ganti Rugi Pribadi
Isi Kontrak
"Karyawan bertanggung jawab atas kelalaian dalam tugas."
Temuan
Kalimatnya terlalu umum. Artinya, jika tim Andi tidak sengaja membuat kesalahan pada produk yang menyebabkan kerugian perusahaan, Andi secara pribadi bisa diminta mengganti kerugian tersebut. Standarnya, kerugian operasional ditanggung perusahaan, bukan aset pribadi karyawan.
3Larangan Kerja di Kompetitor (Non-Compete)
Isi Kontrak
"Karyawan dilarang bekerja di perusahaan pesaing selama 2 tahun setelah keluar."
Temuan
Definisi "pesaing" ditulis sangat luas, mencakup seluruh bank, institusi keuangan, dan perusahaan teknologi di Indonesia. Jika aturan ini berlaku, Andi akan kesulitan mencari kerja baru di bidang keahliannya nanti.
4Klaim Hak Cipta Tanpa Batas
Isi Kontrak
"Seluruh hasil karya karyawan menjadi milik perusahaan."
Temuan
Pasal ini tidak memberikan batasan waktu yang jelas. Secara bahasa, ini bisa ditafsirkan bahwa karya atau proyek pribadi yang pernah Andi buat sebelum bergabung pun bisa diklaim oleh perusahaan.
5Mutasi Jabatan Sepihak
Isi Kontrak
"Bersedia ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan perusahaan."
Temuan
Tidak ada perlindungan level jabatan. Perusahaan berhak memindahkan Andi ke posisi yang jauh lebih rendah (demosi) atau ke lokasi yang tidak strategis tanpa persetujuan Andi. Jika menolak, Andi dianggap mengundurkan diri.
Hasil Akhir
Dengan data dari Justisio ini, Andi memiliki dasar argumen yang jelas. Ia mendiskusikan poin-poin tersebut dengan HRD secara profesional.
Hasilnya, perusahaan bersedia merevisi beberapa bagian, terutama memperjelas aturan pencairan saham dan membatasi tanggung jawab ganti rugi hanya untuk tindakan kriminal/kesengajaan, bukan kesalahan operasional biasa. Andi akhirnya menandatangani kontrak yang lebih seimbang.
Ingin kontrak Anda seimbang seperti Andi?
Analisis kontrak Anda sekarang dan temukan risiko tersembunyi sebelum tanda tangan.