Justisio

Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 1964 Tentang Peraturan Tata Tertib Dpr-gr

Dasar Hukum
Peraturan Terkait
Histori
Lampiran

Pasal 1

(1)
Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong sebagai Pembantu Presiden/Mandataris M.P.R.S./Pemimpin Besar Revolusi dalam bidang legislatif dan yang anggotanya juga menjadi anggota M.P.R.S. adalah Dewan yang bantu-membantu dengan pemerintah berdasarkan musyawarah atas azas kegotong-royongan dalam rangka Demokrasi Terpimpin menuju cita-cita Sosialisme Indonesia seperti termaksud dalam Pembukaan Undang-undang Dasar.
(2)
Tugas dan wewenang Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong ialah:
a.
bersama-sama dengan Presiden membentuk Undang-undang seperti termaksud dalam ayat 1 jo. dan Undang-undang Dasar beserta Penjelasannya;
b.
melakukan pengawasan atas tindakan-tindakan Pemerintah dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam Ketetapan M.P.R.S. No. II/MPRS/60 beserta lampirannya.

Pasal 2

(1)
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong diangkat oleh Presiden/Mandataris M.P.R.S./Pemimpin Besar Revolusi.
(2)
Sebelum memangku jabatannya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong mengangkat sumpah (janji) di depan Presiden atau di depan pejabat yang dikuasakan oleh Presiden khusus untuk mengambil sumpah (janji).
(3)
Rumusan sumpah atau janji berbunyi seperti tercantum data Penetapan Presiden No. 4 tahun 1960 .

Pasal 3

(1)
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong terdiri atas seorang Ketua dan empat orang Wakil Ketua yang diangkat dan diberhentikan oleh Presiden/Mandataris M.P.R.S./Pemimpin Besar Revolusi dan yang merupakan kesatuan Pimpinan.
(2)
Ketua dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong adalah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.

Pasal 4

(1)
Ketua dan Wakil-wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong bertugas penuh di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong, dengan ketentuan bahwa pada permulaan tahun-sidang diumumkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong, bagaimana tugas dan pembagian kerja Ketua dan Wakil-wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.
(2)
Apabila Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong berhalangan, maka kewajibannya dilakukan oleh Wakil Ketua yang ditunjuk oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong. Apabila Ketua dan para Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong berhalangan, maka untuk memimpin rapat mereka adalah Wakil oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong yang tertua umurnya.
(3)
Ketentuan-ketentuan pada ayat (2) berlaku juga apabila Ketua dan Wakil-wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong meletakkan jabatannya atau meninggal dunia.
(4)
Apabila jabatan Ketua dan Wakil-wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong menjadi lowong, maka Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong secepat-cepatnya memberitahukan hal ini kepada Presiden/Mandataris M.P.R.S./Pemimpin Besar Revolusi untuk segera diadakan pengisiannya, sesuai dengan ketentuan dalam .

Pasal 5

Ketua, Wakil-wakil Ketua dan Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong tidak dapat dituntut di muka pengadilan karena yang dikatakannya dalam rapat atau yang dikemukakannya dengan surat kepada Dewan itu, kecuali jika mereka dengan itu mengumumkan apa yang dikatakan atau yang dikemukakan dalam rapat tertutup dengan syarat supaya dirahasiakan.

Pasal 6

Kewajiban Pimpinan (Ketua dan para Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong) yang terutama ialah:
a.
Merancang tugas dan pembagian-kerja Ketua dan Wakil-wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong seperti tersebut dalam ayat (1);
b.
Mengatur pekerjaan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong, termasuk menetapkan acara pekerjaan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong untuk suatu sidang atau sebagian dari suatu sidang dan pelaksanaan acara;
c.
Memimpin rapat Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong dengan menjaga ketertiban dalam rapat, menjaga supaya peraturan tata-tertib ini diturut dengan seksama, memberi izin untuk berbicara dan menjaga agar pembicara dapat mengucapkan pidatonya dengan tidak terganggu;
d.
Menyimpulkan persoalan yang akan diputuskan;
e.
Memberitahukan hasil musyawarah Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong kepada Presiden/Mandataris M.P.R.S./Pemimpin Besar Revolusi;
f.
Pada waktu-waktu tertentu memberikan laporan kepada Presiden/Mandataris M.P.R.S./Pemimpin Besar Revolusi;
g.
Menjalankan keputusan-keputusan rapat Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong;
h.
Sekali sebulan mencantumkan persoalan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong dalam acara rapat Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.

Pasal 7

Untuk dapat melaksanakan tugas kewajiban Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong mempunyai badan-badan perlengkapan seperti tersebut di bawah ini:
a.
Panitia Musyawarah,
b.
Panitia Rumah Tangga,
c.
Komisi-komisi,
d.
Panitia Anggaran,
e.
Panitia khusus,
f.
Golongan-golongan,
g.
Sekretariat. $ 1. Panitia Musyawarah.

Pasal 8

Panitia Musyawarah berkewajiban :
a.
Memberikan pertimbangan kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong untuk melancarkan segala perundingan atas dasar Musyawarah untuk mencapai mufakat;
b.
Bermusyawarah dengan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong tentang penetapan acara pekerjaan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong untuk suatu sidang atau sebahagian dari suatu sidang dan tentang pelaksanaan acara, demikian juga tentang hal-hal lain.

Pasal 9

(1)
Panitia Musyawarah terdiri dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong sebagai anggota merangkap Ketua, para Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong, para Ketua Golongan-golongan dan para Ketua Komisi-komisi yang ditetapkan oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.
(2)
Ketua Golongan dan Ketua Komisi termaksud dalam ayat (1) pasal ini berhak menunjuk seorang anggota Pimpinan Golongannya atau seorang Wakil Ketua Komisinnya yang bersangkutan, untuk mewakilinya dalam rapat-rapat Panitia Musyawarah. $ 2. Panitia Rumah Tangga.

Pasal 10

Panitia Rumah Tangga berkewajiban:
a.
membantu Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong untuk melancarkan segala urusan kerumah-tanggaan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong; 521
b.
memeriksa rancangan sementara Anggaran Belanja dewan Perwakilan Rakyat gotong royong, yang disiapkan oleh Sekretaris Umum dan setelah memberi pertimbangan mernuskan rancangan sementara Anggaran Belanja itu kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong untuk mendapat persetujuan;
c.
memberi pertimbangan kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong dalam pengangkatan dan pemberhentian pegawai-pegawai Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong golongan E/III ke atas, apabila diminta oleh pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong;
d.
mengadakan rapat paling sedikit sekali sebulan.

Pasal 11

(1)
Panitia Rumah Tangga terdiri dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong sebagai anggota merangkap Ketua, para Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong dan sekurang-kurangnya 9 orang anggota lainnya, sebagai anggota yang pada tiap-tiap tahun sidang ditetapkan oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong, dengan memperhatikan pertimbangan Golongan-golongan.
(2)
Untuk melakukan tugas sehari-hari Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong royong mengangkat seorang Ketua Harian dan beberapa orang wakilnya dari antara Anggota-anggota Panitia Rumah Tangga di luar Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong. $ 3. Komisi-komisi.

Pasal 12

Komisi-komisi mempunyai lapangan pekerjaan yang masing-masing meliputi bidang/bidang pekerjaan Pemerintah.

Pasal 13

(1)
Jumlah Anggota Komisi ditetapkan oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong setelah mendengar pertimbangan Panitia Musyawarah.
(2)
Susunan Anggota Komisi ditetapkan oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong royong dengan memperhatikan pertimbangan golongan-golongan.
(3)
Semua Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong, kecuali Ketua dan para Wakil Ketua dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong, diwajibkan menjadi Anggota Komisi.
(4)
Semua permintaan yang berkepentingan untuk pindah kelain Komisi diputuskan oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.
(5)
Anggota sesuatu Komisi tidak boleh merangkap menjadi anggota lain Komisi, akan tetapi boleh menghadiri rapat Komisi lain sebagai peninjau.

Pasal 14

(1)
Komisi dipimpin oleh seorang Ketua dan empat orang Wakil Ketua, yang diangkat oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong setelah mendengar pertimbangan Panitia Musyawarah, dengan memperhatikan calon-calon dari Golongan-golongan.
(2)
Pimpinan Komisi mengadakan rapat sekurang-kurangnya sekali seminggu untuk mengatur pembagian kerja bagi tiap-tiap anggota Pimpinan Komisi dan membicarakan hal-hal yang bersangkutan dengan tugas-kewajiban Komisi.
(3)
Pimpinan Komisi harus aktip memimpin Musyawarah sampai tercapai kata-mufakat.

Pasal 15

(1)
Kewajiban-kewajiban Komisi ialah: Pertama : Bersama-sama dengan Pemerintah melakukan pembicaraan atas rancangan Undang-undang yang masuk urusan Komisi masing-masing.

Pasal 16

Panitia Anggaran dibentuk untuk selama masa jabatan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong dan berkewajiban: a.Mengikuti penyusunan rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan belanja Negara dari semua dengan jalan mengadakan hubungan dengan Departemen Urusan Anggaran dan Departemen-departemen lain; b.Memberikan pendapatnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong mengenai Nota Keuangan dan rancangan undang-undang Anggaran pendapatan dan Belanja Negara yang diajukan oleh Pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong; c.Mengajukan pendapatnya atas rancangan perubahan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diajukan oleh Pemerintah; d.Memberikan pendapatnya mengenai hasil pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.

Pasal 17

(1)
Panitia Anggaran terdiri dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong sebagai Anggota merangkap Ketua, para Wakil Ketua dan sekurang-kurangnya delapan orang Anggota lain sebagai Anggota yang ditetapkan oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong, dengan memperhatikan pertimbangan dari Golongan-golongan.
(2)
Untuk melakukan tugas sehari-hari Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong mengangkat seorang Ketua Harian dan beberapa orang wakilnya dari antara Anggota-anggota Panitia Anggaran di luar Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong. $ 5. Panitia Khusus.

Pasal 18

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong setelah mendengar pertimbangan Panitia Musyawarah dapat membentuk suatu Panitia Khusus untuk melakukan pembicaraan atas suatu rancangan Undang-undang ataupun melakukan tugas lain.

Pasal 19

Panitia Khusus terdiri dari sekurang-kurangnya lima orang anggota, termasuk seorang Ketua yang ditetapkan oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong, dengan memperhatikan keinginan Golongan-golongan.

Pasal 20

Tiap-tiap pembentukan Panitia Khusus harus disertai ketentuan tugas kewajibannya dan tentang lamanya waktu menyelesaikan tugas kewajiban itu.

Pasal 21

(1)
Hasil pekerjaan Panitia Khusus dilaporkan kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.
(2)
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong merumuskan hasil pekerjaan Panitia Khusus sebelum disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.

Pasal 22

Ketentuan-ketentuan yang berlaku buat Komisi tentang rapat-rapat berlaku juga bagi Panitia Khusus.

Pasal 23

(1)
Panitia Khusus, jika tugasnya dianggap selesai, dibubarkan oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong, setelah mendengar pertimbangan Panitia Musyawarah.
(2)
Apabila Panitia Khusus tidak dapat menyelesaikan tugas kewajibannya dalam waktu yang telah ditentukan, maka atas permintaannya waktu itu dapat diperpanjang oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.
(3)
Apabila Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong memutuskan tidak akan memperpanjang waktu tersebut, maka Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong dapat membubarkan Panitia Khusus itu dan mengangkat lagi Panitia Khusus baru atau menjalankan usaha lain. $ 6. Golongan-golongan.

Pasal 24

Guna keperluan pembulatan kata mufakat yang mencerminkan azas kegotong-royongan dalam rangka Demokrasi Terpimpin seperti termaksud pada , Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong mempunyai golongan musyawarah-golongan musyawarah yang terdiri dari: a.Golongan Nasionalis, b.Golongan Islam, c.Golongan Kristen dan Katholik, d.Golongan Komunis, e.Golongan Karya.

Pasal 25

Pimpinan Golongan memberitahukan kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong susunan Pimpinan dan susunan anggota-anggotanya serta tiap-tiap perubahan dalam susunan Pimpinan dan anggota-anggota tersebut.

Pasal 26

(1)
Golongan-golongan berkewajiban: a.melakukan pembicaraan atas rancangan Undang-undang seperti dimaksud dalam pasal- dan berikutnya, atau pokok-pokok pembicaraan lain; b.memberikan pertimbangan kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong mengenai semua hal yang dianggapnya perlu atau yang dianggap perlu oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.
(2)
Pimpinan Dewan PerwakilanRakyat Gotong Royong dapat mengundang Pimpinan Golongan-golongan guna mengadakan pertemuan untuk keperluan termaksud dalam ayat (1) b pasal ini.

Pasal 27

Dalam melakukan tuasnya sebagai Pemimpin Golongan, Ketua Golongan atau wakilnya dapat meminta pertimbangan-pertimbangan teknis kepada Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong. § 7. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.

Pasal 28

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong berkewajiban melaksanakan Kebijaksanaan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong dan menyelenggarakan urusan Kepaniteraan dan urusan Rumah-tanggaan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.

Pasal 29

Kebijaksanaan dan garis-garis umum mengenai organisasi, tugas dan tata-kerja Sekretariat ditetapkan oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.

Pasal 30

Pimpinan Sekretariat diserahkan kepada seorang Sekretaris Umum, yang bertanggung-jawab kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong tentang pekerjaan yang dipikulkan padanya. Sekretaris Umum dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh seorang Wakil Sekretaris Umum.

Pasal 31

Sekretaris Umum dan Wakil Sekretaris Umum diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong. BAB IV. PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG. $ 1. Ketentuan-ketentuan umum.

Pasal 32

(1)
Presiden dapat menguasakan kepada Menteri-menteri untuk melakukan sesuatu yang menurut Peraturan Tata-tertib ini dilakukan oleh Presiden.
(2)
Para Menteri memenuhi undangan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong untuk menghadiri Musyawarah yang diadakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong dan Badan-badan Perlengkapannya.

Pasal 33

(1)
Semua usul Presiden, berupa rancangan Undang-undang yang disampaikan dengan Amanat Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong, sesudah oleh Sekretariat diberi nomor pokok dan nomor surat, diperbanyak dan dibagikan kepada para anggota.
(2)
Terhadap semua usul termaksud dalam ayat 1 dilakukan

Akses Terbatas

Anda melihat 33 dari 33 pasal. Masuk untuk akses penuh.