Justisio

Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 1964 Tentang Peraturan Penghasilan Anggauta Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara di Propinsi Irian Barat

Dasar Hukum
Peraturan Terkait
Histori
Lampiran

Pasal 1

Yang dimaksudkan dengan anggauta dalam Peraturan ini ialah anggauta Militer Angkatan Darat, anggauta Militer Angkatan Laut dan anggauta Militer Angkatan Udara.

Pasal 2

(1)
Kepada anggauta yang dipindahkan kayu Irian Barat dibayarkan penghasilan dalam mata uang Rupiah Irian Barat (I.B. Rp.) menurut ketentuan sebagai berikut:
a.
54% (lima puluh empat perseratus) dari gaji pokok menurut Peraturan Pemerintah No. 210 tahun 1961, dibulatkan kayu atas menjadi rupiah Irian Barat penuh.
b.
bagi anggauta yang mempunyai anak: ditambah dengan tunjangan anak sebesar 10% (sepuluh perseratus) dari jumlah termaksud huruf a ketentuan ini, untuk tiap-tiap anak yang berhak akan tunjangan anak, dengan ketentuan, bahwa tunjangan anak tidak melebihi I.B. Rp. 100,- sebulan bagi tiap-tiap anak.
c.
tunjangan kemahalan daerah,,duurte toelage" menurut presentasi yang pada tanggal 31 Agustus 1963 berlaku bagi masing-masing daerah/tempat di Propinsi Irian Barat, dihitung atas dasar jumlah tersebut huruf a ayat ini.
(2)
Kepada anggauta termaksud ayat (1) pasal ini tidak diberikan tunjangan isteri/suami dan tunjangan kemahalan umum sebagaimana dimaksud dalam dan "P.G.P.N.-1961" jo. Peraturan Pemerintah No. 210 tahun 1961.

Pasal 3

(1)
Anggauta yang untuk sementara waktu ditugaskan di Irian Barat untuk jangka waktu lebih dari 30 hari, tetap menerima gaji penuh dan penghasilan lainnya dalam mata uang Rupiah menurut peraturan yang berlaku baginya.
(2)
Di samping gaji dan penghasilan termaksud dalam ayat (1) pasal ini tiap bulan diberikan pula uang penugasan sebesar seperti tersebut di bawah ini: Angkatan Darat : Angkatan Laut: Angkatan Udara :
a.
Prada Kelasi III Praj. Ud. II I.B Rp. 200,-
b.
Pratu Kelasi II - Rp. 225,-
c.
Praka - Praj. Ud. I Rp. 250,-
d.
Kopda Kelasi I - Rp. 275,-
e.
Koptu - Kopr. Ud. II Rp. 300,-
f.
Kopka Kopral Kopr. Ud. I Rp. 325,-
g.
Serda Sersan II S.U. II Rp. 375;- б. Sertu Sersan I - Rp. 415,-
i.
Serka Sers. May. IIS.U.I Rp. 455,-
j.
Smy.Sers. May. IS.M.U. Rp. 495,-
k.
Pelda Ajudan L.M.U. II Rp. 535-
l.
Peltu/CapaPemb. LetnaL. M.U. I/Capa Rp. 575,-
m.
Letda Letnan Muda L.U. II Rp. 650,-
n.
Lettu Letnan L.U.I Rp. 700,-
o.
Kapten Kapten Kapten Rp. 750,-
p.
Mayor Mayor Mayor Rp. 800,-
q.
Let. Kol. Let. Kol. Let. Kol. Rp. 850,-
r.
Kolonel Kolonel keatas Kolonel keatas Rp. 900,-
(3)
Uang penugasan diberikan sebanyak 50% dari jumlah yang ditentukan dalam ayat (2) pasal ini untuk jangka waktu kelebihan dari 30 hari tersebut dalam ayat (1) pasal ini yang berjumlah kurang dari 16 hari; Jika jangka waktu dimaksud berjumlah 16 hari atau lebih uang penugasan dibayarkan penuh.

Pasal 4

Kepada anggota yang dipindahkan kayu dan/atau yang ditugaskan untuk sementara waktu di Irian Barat termaksud dalam dan tidak diberikan lagi:
a.
Tunjangan pisah keluarga termaksud dalam Surat Perintah Panglima Besar tanggal 1 Nopember 1962 No. SP-104/PLM/BS/11/ 1962 ad.
2.
jo. Keputusan Panglima Besar tanggal 23 Maret, 1963 No. 16/PLM.BS. tahun 1963 ad. 2.2.
b.
Uang saku termaksud dalam surat perintah Panglima Besar tanggal 1 Nopember 1962 No. SP-104/PLM.BS/11/1962 ad. 2.3. jo. Keputusan Panglima Besar tanggal 23 Maret 1963 No. 16/ PLM.BS. tahun 1963 ad. 2.3.1.
c.
Tambahan uang lauk-pauk sebesar I.B. Rp. 1,- seorang sehari termaksud dalam Keputusan Panglima Besar tanggal 23 Maret 1963 No. 16/PLM.BS. tahun 1963 ad. 2.3.2.

Pasal 5

Penetapan penghasilan termaksud dalam tidak perlu diselenggarakan dengan surat keputusan.

Pasal 6

Hal-hal mengenai peraturan ini yang belum ditentukan atau yang dapat mengakibatkan sesuatu yang tidak dimaksudkan diputus oleh Menteri Koordinator Kompartimen Pertahanan-Keamanan/Kepala Staf Angkatan Bersenjata.

Pasal 7

Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal 1 Oktober 1964. Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya memerintahkan pengundangan Peraturan Presiden ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara Republik Indonesia.