Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Aceh Utara dari Wilayah Kota Lhokseumawe ke Lhoksukon di Wilayah Kabupaten Aceh Utara
Dasar Hukum
Peraturan Terkait
Histori
Lampiran
Pasal 1
(1)
Ibukota Kabupaten Aceh Utara dipindahkan tempat kedudukannya dari Kota Lhokseumawe ke Lhoksukon di Wilayah Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara.
(2)
Ibukota Kabupaten Aceh Utara merupakan tempat kedudukan pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Utara.
(3)
Lhoksukon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :
a.
Kelurahan Lhoksukon;
b.
Gampong Pante;
c.
Gampong Asan Ara Bungkuk;
d.
Gampong Rambat;
e.
Gampong Matang Teungoh Ara Bungkuk;
f.
Gampong Dayah;
g.
Gampong Beuringen;
h.
Gampong Nga Lhoksukon Teungoh;
i.
Gampong Asan Lhoksukon Barat;
j.
Gampong Matang Meunyee;
k.
Gampong Uleu Barat;
l.
Gampong Teungoh;
m.
Gampong Geulinggang;
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
n.
Gampong Geumata;
o.
Gampong Tutong;
p.
Gampong Ranto;
q.
Gampong Alue Nudem;
r.
Gampong Alue Drien;
s.
Gampong Keutapang;
t.
Gampong Pulo Dulang;
u.
Gampong Ceubrek;
v.
Gampong Blang;
w.
Gampong Trieng;
x.
Gampong Meunyee;
y.
Gampong Alue Buket;
z.
Gampong Reudeup; aa. Gampong Nga Matang Ubi; bb. Gampong Manyang; cc. Gampong Jok; dd. Gampong Nga Lhoksuhon Barat; ee. Gampong Rawa.
Pasal 2
(1)
Lhoksuhon mempunyai batas-batas sebagai berikut :
a.
sebelah Utara berbatasan dengan Gampong Ara Kecamatan Lhoksuhon dan Kecamatan Tanah Luas;
b.
sebelah Timur berbatasan dengan Gampong Bintang Hu Kecamatan Lhoksuhon;
c.
sebelah Selatan berbatasan dengan Gampong Babah Geudubang Kecamatan Lhoksuhon;
d.
sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Matang Kuli.
(2)
Batas wilayah Lhoksuhon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tergambar pada peta terlampir yang meru-pakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah ini.
Pasal 3
(1)
Pembiayaan yang diperlukan untuk pemindahan Ibukota Kabupaten Aceh Utara sebagaimana dimaksud da-lam ayat (1), dibebankan kepada anggaran Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan Daerah.
(2)
Hal-hal yang timbul dari dan berhubungan dengan pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), sepanjang yang menyangkut Instansi Vertikal diatur lebih lanjut oleh Menteri atau Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membawahi Instansi yang bersangkutan dengan memperhatikan pertimbangan Menteri Keuangan.
Pasal 4
Ketentuan teknis yang diperlukan bagi pelaksanaan Peraturan Pemerintah ini, diatur lebih lanjut oleh Menteri Dalam Negeri sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pasal 5
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.