Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/42/PBI/2016 Tahun 2016 tentang Pembentukan Peraturan di Bank Indonesia
Dasar Hukum
Peraturan Terkait
Histori
Lampiran
Pasal 1
Dalam Peraturan Bank Indonesia ini yang dimaksud dengan:
1.
Peraturan adalah ketentuan hukum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia melalui prosedur yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia ini dan mengikat publik dan/atau pihak internal Bank Indonesia.
2.
Peraturan Bank Indonesia yang selanjutnya disingkat PBI adalah ketentuan hukum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan mengikat setiap orang atau badan dan dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
3.
Peraturan Dewan Gubernur yang selanjutnya disingkat PDG adalah ketentuan hukum yang ditetapkan oleh Dewan Gubernur yang memuat aturan intern Bank Indonesia.
4.
Peraturan Anggota Dewan Gubernur yang selanjutnya disingkat PADG adalah ketentuan hukum yang
ditetapkan oleh Anggota Dewan Gubernur sebagai peraturan pelaksanaan PBI dan mengikat setiap orang atau badan.
5.
Peraturan Anggota Dewan Gubernur Intern yang selanjutnya disebut PADG Intern adalah ketentuan hukum yang ditetapkan oleh Anggota Dewan Gubernur yang memuat aturan intern Bank Indonesia sebagai peraturan pelaksanaan PBI dan/atau PDG.
6.
Satuan Kerja adalah entitas dalam organisasi Bank Indonesia yang dibentuk untuk melaksanakan fungsi dalam rangka melaksanakan tugas Bank Indonesia.
7.
Satuan Kerja Pemrakarsa adalah Satuan Kerja yang karena fungsi dan tugasnya dan/atau sesuai penugasan Dewan Gubernur memprakarsai pembentukan Peraturan.
Pasal 2
Tujuan pengaturan pembentukan Peraturan adalah untuk:
a.
menciptakan Peraturan yang baik melalui prosedur dan metode yang baku; dan
b.
memperjelas fungsi, tugas, dan wewenang dalam pembentukan Peraturan.
Pasal 3
Pembentukan Peraturan dilakukan berdasarkan prinsip:
a.
memperhatikan penerapan asas pembentukan peraturan perundang-undangan dan asas umum pemerintahan yang baik;
b.
dilaksanakan sesuai fungsi, tugas, dan wewenang yang dimiliki; dan
c.
memenuhi akuntabilitas publik.
Pasal 4
Jenis Peraturan meliputi:
a.
PBI;
b.
PDG;
c.
PADG;dan
d.
PADG Intern.
Pasal 5
Materi muatan PB I berisi:
a.
materi yang diperintahkan oleh Undang-Undang untuk diatur dengan PBI; dan/atau
b.
materi untuk menjalankan fungsi, tugas, dan wewenang Bank Indonesia.
Pasal 6
(1)
Materi muatan PDG berisi:
a.
materi yang diperintahkan oleh Undang-Undang untuk diatur dengan PDG; dan/atau
b.
materi yang bersifat internal untuk menjalankan fungsi, tugas, dan wewenang Bank Indonesia.
(2)
Materi muatan PDG tidak boleh bertentangan dengan materi muatan PBI.
Pasal 7
(1)
Materi muatan PADG berisi:
a.
materiyang didelegasikan oleh PBI;
b.
materi yang bersifat teknis untuk melaksanakan PBI; dan/atau
c.
materi penjelasan lebih lanjut dari ketentuan PBI.
(2)
Materi muatan PADG tidak boleh bertentangan dengan materi muatan PBI dan PDG.
Pasal 18
Dalam forum legal review, Satuan Kerja yang melaksanakan fungsi hukum melakukan penelaahan atas rancangan PBI atau rancangan PDG yang disampaikan oleh Satuan Kerja Pemrakarsa sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan rancangan PADG sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dengan memperhatikan aspek:
a.
pemenuhan prinsip pembentukan Peraturan sebagaimana dimaksud dalam ;
b.
harmonisasi dengan ketentuan peraturan perundang-undangan lain yang berkaitan;
c.
kesesuaian dengan persetujuan:
1.
Rapat Dewan Gubernur untuk rancangan PBI dan rancangan PDG; atau
2.
Anggota Dewan Gubernur yang membawahkan Satuan Kerja Pemrakarsa untuk rancangan PADG; dan
d.
teknik penyusunan, bentuk, dan format Peraturan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bank Indonesia ini.
Pasal 19
(1)
Forum legal review sebagaimana dimaksud dalam dihadiri oleh Satuan Kerja Pemrakarsa.
(2)
Selain dihadiri oleh Satuan Kerja Pemrakarsa, forum legal review sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dihadiri oleh Satuan Kerja yang terkait.
Pasal 10
(1)
Rencana pembentukan Peraturan ditetapkan dalam program kerja Satuan Kerja Pemrakarsa.
(2)
Rencana pembentukan Peraturan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)disam paikan oleh Satuan Kerja Pemrakarsa kepada Satuan Kerja yang melaksanakan fungsi hukum pada awaltahun.
Pasal 11
(1)
Dalam keadaan tertentu, pembentukan Peraturan dapat dilakukan diluar program kerja sebagaimana dimaksud dalam .
(2)
Keadaan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a.
adanya kebutuhan yang bersifat penting dan segera; atau
b.
keadaan luar biasa atau bencana alam.
(3)
Pembentukan peraturan di luar program kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan berdasarkan:
a.
usulan Satuan Kerja; dan/atau
b.
arahan Anggota Dewan Gubernur atau arahan Dewan Gubemur kepada Satuan Kerja.
(4)
Usulan Satuan Kerja untuk membentuk Peraturan di luar program kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a paling kurang harus mendapatkan persetujuan dari Anggota Dewan Gubemur yang membawahkan Satuan Kerja.
Pasal 12
(1)
Dalam rangka pembentukan Peraturan, Satuan Kerja Pem rakar sa menyusun:
a.
kajian akademik atas materi pengaturan yang akan dituangkan dalam konsep rancangan PBI dan rancangan PDG; atau
b.
pokok pikiran atas materi pengaturan yang akan dituangkan dalam konsep rancangan PADG dan rancangan PADG Intern.
(2)
Satuan Kerja Pem rakar sa dapat mengundang Satuan Kerja terkait dalam rangka penyusunan kajian akademik atau pokok pikiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3)
Dalam kondisi tertentu, kajian atas materi pengaturan yang akan dituangkan dalam konsep rancangan PBI dan rancangan PDG sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dapat dibuat dalam bentuk pokok pikiran.
(4)
Kondisi tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (3) meliputi:
a.
keadaan tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (2);
b.
PBI atau PDG yang diterbitkan hanya untuk melakukan perubahan yang bersifat sederhana atas PBI atau PDG dan/atau merupakan dampak dari perubahan PBI atau PDG yang lain;
c.
PBI yang diterbitkan hanya untuk mem publikasikan sesuatu dan sifatnya rutin; dan/atau
d.
PBI atau PDG yang diterbitkan hanya untuk mencabut PBI atau PDG lainnya.
(5)
Format kajian akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Bank Indonesia ini.
Pasal 13
(1)
Satuan Kerja Pem ra karsa menyusun:
a.
pokok pengaturan PBI atau pokok pengaturan PDG sesuai kajian akademik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a atau pokok pikiran sebagaimana dimaksud dalam ayat (3); atau
b.
pokok pengaturan PADG atau pokok pengaturan PADG Intern sesuai pokok pikiran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b.
(2)
Satuan Kerja Pem ra karsa mengundang Satuan Kerja terkait untuk membahas pokok pengaturan dalam rancangan PBI, rancangan PDG, rancangan PADG, dan/atau rancangan PADG Intern.
Pasal 14
(1)
Satuan Kerja Pem ra karsa mengajukan pokok pengaturan PBI atau pokok pengaturan PDG sebagaimana dimaksud dalam dalam Rapat Dewan Gubernur untuk memperoleh persetujuan.
(2)
Mekanisme dan persyaratan pengajuan pokok pengaturan rancangan PBI atau rancangan PDG dalam Rapat Dewan Gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mengacu pada ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai penyelenggaraan Rapat Dewan Gubernur.
Pasal 15
(1)
Satuan Kerja Pem ra karsa menyusun rancangan PBI atau rancangan PDG sesuai dengan pokok pengaturan yang telah disetujui Rapat Dewan Gubernur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).
(2)
Satuan Kerja Pem ra karsa menyam pa ikan rancangan PBI atau rancangan PDG sebagaimana dimaksud pada ayat
(1)
kepada Satuan Kerja yang melaksanakan fungsi hukum untuk dilakukan pembahasan dalam forum legal review.
(3)
Penyampaian rancangan PBI atau rancangan PDG sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilampiri dengan persetujuan Rapat Dewan Gubernur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).
Pasal 16
Satuan Kerja Pemrakarsa mengajukan pokok pengaturan PADG atau pokok pengaturan PDG Intern sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b kepada Anggota Dewan Gubernur yang membawahkan Satuan Kerja Pemrakarsa untuk memperoleh persetujuan.
Pasal 17
(1)
Satuan Kerja Pemrakarsa menyusun rancangan PADG sesuai dengan pokok pengaturan yang telah disetujui Anggota Dewan Gubernur yang membawahkan Satuan Kerja Pemrakarsa sebagaimana dimaksud dalam .
(2)
Satuan Kerja Pemrakarsa menyampaikan rancangan PADG sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Satuan Kerja yang melaksanakan fungsi hukum untuk dilakukan pembahasan dalam forum legal review.
(3)
Penyampaian rancangan PADG sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilampiri dengan persetujuan Anggota Dewan Gubernur yang membawahkan Satuan Kerja Pemrakarsa.
Pasal 20
Satuan Kerja yang melaksanakan fungsi hukum menyampaik an rancangan PBI, rancangan PDG, dan rancangan PADG hasil pembahasan dalam forum legal review kepada Satuan Kerja Pemrakarsa disertai penjelasan hasil pembahasan.
Pasal 21
Satuan Kerja Pemrakarsa melakukan finalisasi rancangan PBI, rancangan PDG, atau rancangan PADG sesuai dengan hasil pembahasan dalam forum legal review sebagaimana dimaksud dalam .
Pasal 22
(1)
Satuan Kerja Pemrakarsa menyusun rancangan PADG Intern sesuai dengan pokok pengaturan yang telah
Akses Terbatas
Anda melihat 20 dari 78 pasal. Masuk untuk akses penuh.