Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Rencanakan Pemecatan
17 October 2026 · Justisio Editorial Team
Photo by krisna azie on Unsplash
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo pada Kamis (15/10). Hamenang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Menanggapi hal tersebut, PDIP menyatakan akan memecat yang bersangkutan.
OTT dilakukan pada Kamis (15/10) dan KPK mengamankan 19 orang. Sebanyak 10 orang di antaranya tengah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, termasuk Hamenang dan Kepala BPK Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah. Sembilan orang dibawa langsung dari Klaten menggunakan kereta, sementara satu orang diamankan di Jakarta. Tim penyidik menyita uang senilai Rp1,9 miliar dan sebuah tong biru yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan uang hasil korupsi.
KPK telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan suap yang menyeret Hamenang. Juru Bicara KPK menyampaikan bahwa pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka akan diumumkan secara lengkap dalam konferensi pers pada Jumat (16/10). Perkara ini terkait dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara dalam pengadaan barang dan jasa di wilayah Klaten, serta dugaan suap terhadap pejabat BPK di Jawa Tengah untuk pengurusan audit keuangan daerah.
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo mengatakan partainya berkali-kali mengingatkan seluruh kader untuk menjaga integritas. "DPP PDI Perjuangan berkali-kali mengingatkan kepada seluruh kader untuk menjaga integritas. Namun, jika mereka melanggar maka risiko hukum dan sanksi partai akan menanti," ujar Ganjar pada Jumat (16/10). Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Partai Komarudin Watubun menyatakan pada Sabtu (17/10/2026) bahwa partai akan memecat Hamenang. "Hari Senin besok, kami pecat. Hari Senin kami akan keluarkan surat rekomendasi pemecatan dengan tidak hormat ke yang bersangkutan," kata Komarudin.
Komarudin menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. Ia mengaku telah berulang kali mengingatkan para kader, baik di eksekutif maupun legislatif, untuk bekerja demi kepentingan rakyat. Ia juga menegaskan bahwa kader tidak boleh menggunakan kesempatan untuk korupsi. "Baru 23 hari yang lalu, tanggal 14 September yang lalu, saya panggil beberapa kepala daerah termasuk ada yang bersangkutan, ke DPP, mengingatkan lagi mengenai hal tersebut," ujarnya. Ia menyebut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga selalu mengingatkan para kader untuk menjauhi praktik korupsi.
Ganjar menambahkan bahwa PDIP akan terus mengingatkan seluruh kadernya, termasuk kepala daerah, karena banyak laporan yang masuk terkait dugaan korupsi. Sebelumnya, surat peringatan telah diberikan PDIP sejak bulan Maret lalu. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto juga kembali mengingatkan seluruh kepala daerah dari partainya setelah OTT terjadi.
Selanjutnya, PDIP akan mengeluarkan surat rekomendasi pemecatan dengan tidak hormat terhadap Hamenang pada hari Senin. KPK akan mengumumkan secara lengkap para tersangka dalam konferensi pers. Komarudin kembali memperingatkan seluruh kader PDIP agar tidak melakukan tindakan serupa dan menegaskan partai tidak akan ragu-ragu melakukan pemecatan.
Berita Lainnya
- Polisi Tangkap Pelaku Pelecehan Siswi SD di Bekasi
- Polisi Bongkar TPPO Eksploitasi Seks di Sidoarjo, Korban Dipaksa Layani 10 Pria Sehari
- Nadiem Makarim Ajukan Kasasi atas Vonis 9 Tahun Penjara Korupsi Chromebook
- Bupati Klaten Diduga Simpan Uang Korupsi Rp934 Juta di Tong Biru
- KPK Ungkap Alasan Tidak Jerat Tersangka Korupsi BNPB dengan Pasal Hukuman Mati