Pidana

Polisi Tembak Polisi di Markas Polairud Tangsel, Diduga Dipicu Perundungan

19 October 2026 · Justisio Editorial Team

Polisi Tembak Polisi di Markas Polairud Tangsel, Diduga Dipicu Perundungan

Photo by Michael Förtsch on Unsplash

Seorang anggota Polri bernama Bharatu LVVL tewas setelah ditembak oleh rekannya sendiri di Markas Komando Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Insiden tersebut terjadi pada Jumat 16 Oktober 2026 sekitar pukul 05.30 WIB. Peristiwa ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto yang menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya anggota Ditpoludara tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tersangka yang juga anggota Polri berinisial AR telah diamankan dan saat ini ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaksa untuk menjalani proses hukum. Kabid Humas memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional objektif dan akuntabel. Sementara itu kuasa hukum keluarga korban Petrus Bala Pattyona mengungkap dugaan pemicu penembakan setelah bertemu penyidik pada Senin 19 Oktober 2026.

Menurut penjelasan penyidik yang disampaikan Petrus pelaku melampiaskan kemarahan kepada korban karena teman-teman seangkatan korban sering mem-bully tersangka. Petrus menegaskan bukan almarhum yang mem-bully melainkan teman-temannya. Ia mengatakan penyidik masih mendalami bentuk perundungan yang dialami tersangka dan mengumpulkan barang bukti termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV. Selain itu asal usul senjata laras panjang yang digunakan dalam penembakan juga masih diselidiki.

Kuasa hukum juga menyebut bahwa penyidik menjelaskan sejauh ini baru satu orang yang dinyatakan terlibat yaitu Andika. Petrus menambahkan bahwa informasi mengenai dugaan gangguan kejiwaan pada pelaku masih harus didalami lebih lanjut oleh penyidik. Sebelumnya Kabid Humas menyatakan tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman turut menanggapi insiden ini. Dudung menyebut anggota Polri yang masih berusia muda kerap terpancing emosinya dan menyarankan agar masalah pribadi dilaporkan kepada atasan. Ia juga meminta dilakukan evaluasi pasca proses rekrutmen anggota Polri dengan menekankan aspek ideologi dan psikologi. Namun ia mengaku masih mencari informasi lebih akurat terkait motif penembakan.

Polda Metro Jaya menegaskan akan menangani kasus ini secara profesional objektif dan akuntabel. Setiap informasi akan disampaikan kepada publik berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang telah terverifikasi. Penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa guna mengungkap fakta secara menyeluruh. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai motif pasti di balik penembakan tersebut.

Ke depannya penyidikan masih akan berlanjut dengan pendalaman motif dan asal usul senjata. Publik diharapkan menunggu hasil resmi dari kepolisian. Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan anggota Polri yang saling menembak di lingkungan markas sendiri.

Berita Lainnya