Pria di Brebes Mutilasi dan Rebus Jasah Ayah Kandung lalu Serahkan Diri ke Polisi
19 October 2026 · Justisio Editorial Team
Photo by Madrosah Sunnah on Unsplash
Seorang pria berinisial HS di Brebes, Jawa Tengah, mengaku telah memutilasi dan merebus jasah ayah kandungnya sebelu menyerahkan diri ke polisi. Berdasarkan pengakuannya, HS memotong tubuh ayahnya menjadi sepuluh bagian, merebus potongan tersebut selama dua hari hingga hancur, lalu membuangnya ke Sungai Kluwut, sementara tulangnya dibakar menjadi abu.
HS mendatangi Mapolsek Kersana pada Kamis malam—terdapat perbedaan informasi mengenai tanggal pastinya, ada yang menyebut 15 Oktober dan ada yang 16 Oktober 2026. Saat diperiksa anggota Polsek Kersana, ia mengaku telah membunuh ayahnya beberapa bulan sebelumnya. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan mendatangi rumah HS di kompleks perumahan di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Brebes.
Sebagai bagian dari penyelidikan, petugas membongkar septic tank di rumah HS untuk mencari kemungkinan adanya bagian tubuh yang dibuang melalui saluran pembuangan. Kanit Reskrim Polsek Kersana, Aiptu Heri Sukamto, mengungkapkan pengakuan HS bahwa potongan tubuh ayahnya direbus hingga hancur dan dibuang ke sungai, serta tulangnya dibakar menjadi abu.
Kapolsek Kersana AKP Teguh Adi Winarko membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa kasus masih dalam penyelidikan. Sementara itu, tetangga sekaligus kerabat HS, Ina, mengaku tidak mencurigai kejadian tersebut. Menurut Ina, HS selalu mengatakan bahwa ayahnya sedang berjualan siomai di Kota Tegal. Ina menggambarkan HS sebagai pemuda yang penurut, pendiam, dan sangat menyayangi ibu serta kedua adiknya yang masih sekolah. HS bekerja di salah satu pabrik sepatu setelah lulus SMA.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilaksanakan oleh tim Inafis. Pembongkaran septic tank merupakan salah satu upaya untuk mengumpulakan barang bukti. Belum ada keterangan mengenai penetapan tersangka atau penahanan.
Berdasarkan informasi dari tetangga, ayah HS tidak bekerja dan kerap memaksa minta rokok. Ina tidak curiga saat jarang melihat ayah HS karena HS beralasan bahwa ayahnya merantau berjualan siomay. HS sendiri dikenal sebagai anak yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan keluarga, dan ia mengatakan bahwa keperluan ibunya ditangani olehnya.
Proses penyelidikan kasus ini masih berlanjut. Polisi menunggu hasil dari pemeriksaan forensik dan olah TKP untuk memastikan kebenaran pengakuan HS. Belum ada pernyataan resmi mengenai langkah hukum selanjutnya.
Berita Lainnya
- Polda Bali Tangkap 8 Pengecer BBM yang Jual Pertalite Hingga Rp200 Ribu per Botol
- Hasil Autopsi Bharatu Valdo: Empat Proyektil Ditemukan di Kepala
- Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Hakim Tolak Eksepsi Roy Suryo, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Lanju ke Pembuktian
- Polisi Tembak Polisi di Markas Polairud Tangsel, Diduga Dipicu Perundungan