Menteri PKP, Mendagri, dan Kapolda Metro Tinjau Bedah Rumah di Kampung Ambon
25 October 2026 · Justisio Editorial Team
Photo by Voicu Horațiu on Unsplash
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto meninjau pelaksanaan bedah rumah milik seorang warga di kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (24/10). Rumah tersebut milik Ester, seorang lansia berusia 64 tahun, yang ditinggal meninggal oleh suaminya. Ara, sapaan akrab Maruarar, pada kesempatan itu meninjau langsung kondisi rumah bersama Tito dan Dadang.
Maruarar Sirait menyampaikan bahwa bantuan pemerintah terkadang salah sasaran. "Karena kita ini transparan. Kita bantuan pemerintah itu kadang salah sasaran. Jangan orang kaya dapat, orang miskin nggak," kata Ara di lokasi. Kementerian PKP menargetkan bedah rumah akan dimulai pada 10 November dan rampung pada 24 Desember atau sebelum perayaan Natal. Ara juga memastikan tidak ada pungutan biaya dari proses bedah rumah tersebut.
Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menuturkan bahwa Kampung Ambon merupakan salah satu dari tiga kampung narkoba di Jakarta yang menjadi prioritas penanganan Polri. Menurut Dadang, upaya yang dilakukan bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat. "Maka dilakukan penataan sosial dan kemudian meningkatkan kualitas hidup dari masyarakat yang di sini yang ujungnya nanti kesejahteraan," katanya.
Dadang juga menegaskan bahwa pemberantasan narkoba menjadi prioritas serius yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Hal itu diterjemahkan oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melalui program Polisi Bersama Masyarakat. "Di mana pemberantasan narkoba itu juga menjadi prioritas yang harus kita lakukan secara serius dan sungguh-sungguh," ujar Dadang. Ia mengidentifikasi tiga lokasi prioritas pemberantasan narkoba di DKI Jakarta, yaitu Kampung Bahari, Kampung Ambon, dan Boncos, yang menjadi keresahan masyarakat.
Dadang menjelaskan bahwa penegakan hukum di tiga lokasi tersebut telah dilakukan berkali-kali namun hasilnya naik turun. Ia menyambut gembira program bedah rumah Presiden Prabowo sebagai solusi komprehensif. Menurut Dadang, program bedah rumah merupakan salah satu program prioritas Presiden yang menyasar sekitar 400 ribu rumah tidak layak huni di seluruh wilayah pada 2026. Ia juga menyebut ada lebih dari 821 ribu rumah tidak layak huni di Jakarta, dengan jumlah terbanyak di Jakarta Barat sebanyak 258 ribu unit.
Dadang optimistis penyelesaian secara komprehensif akan membawa kemajuan bagi Kampung Ambon. Ia berharap kepolisian dilibatkan dalam rapat evaluasi terkait pelaksanaan program ini untuk pembebasan kampung narkoba. "Dan ini akan terus kami evaluasi, Bapak. Nanti kami akan memberikan feedback untuk pelaksanaannya," kata Dadang. Ia menambahkan, "Jadi saya melihat sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui dengan metode yang dilakukan program secara komprehensif oleh Bapak Presiden melalui menteri-menterinya."
Berita Lainnya
- Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono Terkait Film Pesta Babi
- Polisi Bekuk Dua Tersangka Penjualan Sisik Trenggiling 320 Kg di Bekasi
- KPK Sita Empat Mobil Mewah dari Tersangka Korupsi Dana Bencana BNPB
- Kapolri Gandeng China Buru Dalang Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh
- Polisi Amankan 16 Orang dalam Patroli Cegah Tawuran di Jakarta Timur dan Pusat