PERTANIAN PEMBENIHAN TANAMAN BUNGA
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian pembenihan tanaman bunga untuk menghasilkan benih berupa biji. Produksi semua jenis bahan tanam vegetatif termasuk batang stek, tunas, dan bibit untuk perbanyakan tanaman bunga masuk di subgolongan 0130.
PERTANIAN TANAMAN SEMUSIM LAINNYA YTDL
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian tanaman semusim lainnya yang belum terklasifikasi di tempat lain dan kegiatan penanaman untuk menghasilkan benih berupa biji.
INDUSTRI PRODUK TEMBAKAU
Subgolongan ini mencakup
- pembuatan produk tembakau dan produk pengganti tembakau, seperti rokok, tembakau iris halus/fine cut tobacco, cerutu, tembakau pipa, tembakau kunyah, dan tembakau sedot/snuff;
- pembuatan tembakau yang "dihomogenisasi" atau "direkonstitusi";
- pemilahan tangkai dan pengeringan ulang tembakau.
Subgolongan ini tidak mencakup
- pertanian atau pemrosesan awal tembakau, lihat subgolongan 0115, 0163, dan 0164;
- pembuatan cairan rokok elektronik, termasuk isi ulang tertutup, lihat subgolongan 2029;
- pembuatan rokok elektronik, lihat subgolongan 3290;
- pembungkusan/pengepakan/pelabelan rokok, lihat subgolongan 4633 (jika kegiatannya dilakukan sebagai bagian dari perdagangan besar) dan subgolongan 8292 (jika kegiatannya dilakukan atas dasar balas jasa atau kontrak).
PERTANIAN BUAH ANGGUR
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian buah anggur untuk konsumsi langsung atau untuk memproduksi wine, jus, cuka, dan buah yang dikeringkan, seperti kismis, zante currants, dan sultana. Pertanian buah anggur yang dimaksud mencakup kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup penanaman tanaman anggur untuk menghasilkan benih berupa biji.
Kelompok ini tidak mencakup
- pembuatan wine, lihat kelompok 11020;
- pengolahan dan pengawetan anggur, lihat subgolongan 1030.
PERTANIAN BUAH-BUAHAN TROPIS DAN SUBTROPIS
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian buah-buahan tropis dan subtropis, seperti alpukat, pisang dan pisang raja, kurma, buah ara, pepaya, nanas, rambutan, durian, duku, jambu biji, jambu air, lengkeng, nangka, mangga, manggis, sawo, belimbing, salak, sirsak, dan buah naga. Pertanian buah-buahan tropis dan subtropis yang dimaksud mencakup kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan penanaman tanaman buah tropis dan subtropis untuk menghasilkan benih berupa biji.
PERTANIAN BUAH JERUK
Kelompok ini mencakup pertanian buah jeruk, seperti jeruk bali, jeruk lemon, jeruk nipis, limau, jeruk siam, jeruk keprok, jeruk mandarin, tangerine, dan clementine. Pertanian buah jeruk yang dimaksud mencakup kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan penanaman tanaman jeruk untuk menghasilkan benih berupa biji.
PERTANIAN BUAH APEL DAN BUAH BATU (POME AND STONE FRUITS)
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian buah apel dan buah batu (pome and stone fruits), seperti aprikot, ceri, persik, nektarin, pir, quince, plum, sloe, markisa, kepel, terong belanda, dan buah delima. Pertanian buah apel dan buah batu yang dimaksud mencakup kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan penanaman tanaman apel dan buah batu untuk menghasilkan benih berupa biji.
PERTANIAN BUAH BERI
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian buah beri seperti bluberi, kismis (currants), gooseberry, kiwi, rasberi, dan stroberi. Pertanian buah beri yang dimaksud mencakup kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan penanaman tanaman beri untuk menghasilkan benih berupa biji.
PERTANIAN BUAH BIJI KACANG-KACANGAN
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian tanaman buah biji kacang-kacangan yang dapat dimakan, seperti almon, kacang mete, chestnut, kenari (walnut), kacang hazel, dan kacang pistasio. Pertanian buah biji kacang-kacangan yang dimaksud mencakup kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan.
PERTANIAN SAYURAN TAHUNAN
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian tanaman sayuran tahunan, seperti kluwih/timbul, sukun, nangka sayur, petai, jengkol, dan melinjo. Pertanian sayuran tahunan yang dimaksud mencakup kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan penanaman tanaman sayuran tahunan untuk menghasilkan benih berupa biji.
PERTANIAN BUAH SEMAK LAINNYA
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian tanaman semak lainnya, seperti kacang lokus/locust beans, termasuk di dalamnya kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan.
PERTANIAN KELAPA
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian kelapa, termasuk di dalamnya kegiatan pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan penanaman tanaman kelapa untuk menghasilkan benih berupa biji.
PERTANIAN KELAPA SAWIT
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian kelapa sawit, termasuk di dalamnya kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan penanaman tanaman kelapa sawit untuk menghasilkan benih berupa biji.
PERTANIAN BUAH OLEAGIN LAINNYA
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian buah oleagin lainnya, seperti zaitun, termasuk di dalamnya kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan penanaman tanaman oleagin lainnya untuk menghasilkan benih berupa biji.
PERTANIAN KOPI
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian kopi, termasuk di dalamnya kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan.
PERTANIAN TANAMAN TEH
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian teh, termasuk di dalamnya kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan penanaman tanaman teh untuk menghasilkan benih berupa biji.
PERTANIAN KAKAO
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian kakao, termasuk di dalamnya kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan penanaman tanaman kakao untuk menghasilkan benih berupa biji.
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian tanaman untuk bahan
minuman lainnya, termasuk di dalamnya kegiatan pengolahan lahan,
penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen
yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan.
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian lada atau merica (Piper
spp), termasuk di dalamnya kegiatan pengolahan lahan, penanaman,
pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan
sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup
kegiatan pertanian cabai jawa/cabai jamu.
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian cengkih termasuk di
dalamnya kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan,
pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu
rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan
penanaman tanaman cengkih untuk menghasilkan benih berupa biji.
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian pala, termasuk di
dalamnya kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan,
pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu
kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan penanaman
tanaman pala untuk menghasilkan benih berupa biji.
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian tanaman naromatik/penyegar,
seperti serai wangi, nilam, mentol, kenanga, nilang-ilang,
gandapura, lawang, dan gaharu, serta pertanian pohon
kayu putih untuk menghasilkan daun kayu putih. Pertanian tanaman
naromatik/penyegar yang dimaksud mencakup kegiatan pengolahan
lahan, penyemaian, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan
pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan.
Kelompok ini juga mencakup kegiatan kegiatan pertanian tanaman
naromatik/penyegar yang dilakukan dalam kawasan hutan.
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian tanaman obat rimpang
n(termasuk pula tanaman bahan pestisida nabati dan yang sejenis),
seperti jahe, kunyit, temulawak, temugiring, temuireng, temukunci,
kencur, lengkuas, lempuyang, dan dlingo. Kegiatan pertanian
tanaman obat atau biofarmaka rimpang yang dimaksud mencakup
kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, pemeliharaan,
pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu
rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan
penanaman tanaman obat rimpang untuk menghasilkan benih berupa
biji.
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian tanaman obat
nnonrimpang (termasuk pula tanaman bahan pestisida nabati dan yang
sejenis), seperti kapulaga, lidah buaya, sambiloto, mengkudu atau
pace, mahkota dewa, dan serai hijau. Kegiatan pertanian tanaman
nobat nonrimpang yang dimaksud mencakup kegiatan pengolahan
lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan
pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan.
Kelompok ini juga mencakup kegiatan penanaman tanaman obat
nnonrimpang untuk menghasilkan benih berupa biji.
Kelompok ini mencakup pertanian narkotika dan tanaman obat
nterlarang, termasuk di dalamnya kegiatan pengolahan lahan,
npenanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen
yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan.
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian tanaman rempah lainnya,
seperti kemiri, vanili, kayu manis, ginseng, kina, adas, pinang, dan
gambir. Pertanian rempah-rempah dan aromatik/penyegar lainnya
yang dimaksud mencakup kegiatan pengolahan lahan, penanaman,
pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan
sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup
kegiatan penanaman tanaman rempah-rempah dan naromatik/penyegar lainnya untuk menghasilkan benih berupa biji.
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian tanaman penghasil getah
seperti karet dan tanaman penghasil getah lainnya, misalnya damar,
pinus, dan kemenyan. Pertanian pohon karet dan tanaman penghasil
ngetah lainnya yang dimaksud mencakup kegiatan pengolahan lahan,
npenanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen
yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga
mencakup kegiatan kegiatan pertanian karet dan tanaman penghasil
ngetah lainnya yang dilakukan dalam kawasan hutan, serta kegiatan
npenanaman tanaman karet dan tanaman penghasil getah lainnya
nuntuk menghasilkan benih berupa biji.
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian tanaman tahunan
nlainnya, seperti cemara; tanaman jarak pagar; aren; kaliandra; gamal;
ntanaman yang utamanya untuk menganyam, seperti bambu dan
nrotan; serta tanaman berdaur pendek yang berkembang melalui
ntrubusan sebagai tanaman energi, seperti poplar dan dedalu.
Pertanian tanaman tahunan lainnya yang dimaksud mencakup
kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan,
dann kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian
kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan kegiatan pertanian
ntanaman tahunan tersebut yang dilakukan dalam kawasan hutan,
serta penanaman tanaman tersebut untuk menghasilkan benih
berupa biji.
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian atau budi daya tanaman nhias daun dan tanaman hias bunga hidup, seperti bonsai, suplir,
kuping gajah, helikonia (pisang-pisangan), dracaena, filodendron,
nmonstera, cordyline, anturium daun, pakis, aglonema, difenbacia,
nsansifera (lidah mertua), caladium (keladi), palem, dan tanaman hias
bunga seperti anggrek, mawar, adenium (kamboja jepang), anturium
bunga, euforbia, dan ixora (soka). Kelompok ini juga mencakup
Kelompok ini mencakup kegiatan penangkaran tumbuhan liar,
ntermasuk pembiakan secara vegetatif melalui batang stek, potongan,
dandan bibit untuk kelangsungan pengembangbiakan tanaman.