Pidana

Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Klaten dan Sulawesi Tengah

06 October 2026 · Justisio Editorial Team

Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Klaten dan Sulawesi Tengah

Photo by Refhad on Unsplash

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap lima orang terduga teroris dalam dua operasi terpisah di Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah pada akhir pekan ini. Penangkapan dilakukan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, serta di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Pada Sabtu (3/10/2026), Densus 88 menangkap dua pria terduga teroris di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten. Setelah penangkapan, petugas menggeledah rumah kontrakan yang ditempati para terduga. Dalam penggeledahan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa satu tablet, dua handphone, dan tujuh buku yang diduga terkait aktivitas terduga. Sebanyak 12 personel Densus 88 terlibat dalam penggeledahan di lokasi.

Sehari sebelumnya, pada Jumat (2/10/2026) malam, Densus 88 bersama Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah menangkap tiga orang terduga teroris di Sulawesi Tengah. Dua di antaranya ditangkap di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, sementara satu orang lainnya ditangkap di Kabupaten Poso. Kedua terduga di Tomoli Utara diketahui telah menetap di desa tersebut sejak 2015, namun belum melaporkan kepindahan secara resmi.

Kasi Pemerintahan Desa Palar, Didit Agung Prihantoro, yang mendampingi penggeledahan di Klaten, mengatakan bahwa barang bukti yang diamankan antara lain tablet, handphone, dan buku. 'Yang dibawa tadi satu buah tablet, dua buah handphone dan tujuh buah buku yang terkait dengan aktivitas terduga,' ujarnya. Sementara itu, Kasi Kesra Desa Palar, Pandu Wiratana Dwi Prasetyo, mendampingi penggeledahan di rumah kontrakan terduga lain berinisial Y, dan petugas hanya membawa hard disk. Di Sulawesi Tengah, Sekretaris Desa Tomoli Utara, Muhlis, membenarkan penangkapan dua warganya. Menurut dia, keduanya sehari-hari bekerja sebagai petani kakao dan cenderung tertutup. 'Pekerjaan sehari-hari mereka petani kakao. Kalau berinteraksi dengan warga sekitar memang agak tertutup,' kata Muhlis.

Hingga saat ini, Densus 88 maupun kepolisian daerah setempat belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas kelima terduga maupun dugaan keterkaitan mereka dengan jaringan terorisme tertentu. Para terduga telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Barang bukti yang disita juga akan dianalisis untuk pengembangan kasus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga di Klaten diketahui baru menempati rumah kontrakan tersebut sekitar dua tahun. Mereka jarang berinteraksi dengan warga sekitar dan hanya keluar untuk berbelanja atau bekerja. Hal serupa juga ditemukan pada terduga di Sulawesi Tengah yang dikenal tertutup oleh warga setempat. Polisi masih terus melakukan pendalaman terhadap aktivitas para terduga.

Proses penyelidikan masih berlangsung. Densus 88 dipastikan akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas. Perkembangan lebih lanjut mengenai penanganan perkara ini diharapkan dapat disampaikan oleh pihak kepolisian dalam waktu dekat.

Berita Lainnya