Pidana

Polisi dan BNN Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

01 November 2026 · Justisio Editorial Team

Polisi dan BNN Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Photo by Salman Rameli on Unsplash

Kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebekan terhadap bandar narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Minggu, 1 November 2026. Dalam operasi tersebut, sebanyak 1.800 personel gabungan dikerahkan untuk mengepung kawasan yang dikenal sebagai salah satu lokasi peredaran narkoba.

Penggerebekan dilakukan secara serempak dari berbagai sisi, termasuk dari sisi rel kereta api. Sebagian petugas menggunakan kereta rel listrik (KRL) untuk mencapai lokasi, sementara personel lainnya datang dengan kendaraan seperti sepeda motor. Perjalanan KRL yang digunakan petugas merupakan kereta luar biasa (KLB) rute Jakarta Kota-Tanjung Priok yang berlangsung sekitar pukul 06.25 WIB.

Dalam proses penggerebekan, petugas sempat mendapat perlawanan dari pihak tertentu. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso, menduga perlawanan tersebut merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian aparat dari target operasi. Meskipun demikian, operasi tetap dilanjutkan sesuai fokus yang telah ditentukan.

Operasi ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, di antaranya BNN, Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Brimob. Kombes Bismo Teguh Prakoso menyatakan bahwa penggerebekan dilakukan dari berbagai arah secara serempak. "Yang jelas kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi, ya. Ada dari berbagai arah, ya. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, dari Bareskrim, ya, kemudian dari Polda Metro Jaya, Brimob," katanya usai penggerebekan.

Dari hasil penggerebekan, petugas mengamankan 26 orang serta sejumlah barang bukti narkoba, seperti sabu, ganja, dan ekstasi. Kombes Bismo juga mengungkapkan bahwa saat penggerebekan masih terjadi transaksi narkoba di salah satu lapak yang berada di pinggir rel. Lapak-lapak tersebut akan dibongkar agar tidak kembali disalahgunakan.

PT KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas tiga perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok yang mengalami keterlambatan antara 4 hingga 19 menit. Keterlambatan tersebut disebabkan oleh kerumunan warga di rel selama proses penggerebekan berlangsung. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, memastikan bahwa perjalanan KLB untuk mobilitas petugas tidak berdampak pada perjalanan reguler Commuter Line menuju Tanjung Priok.

Kombes Bismo menegaskan bahwa operasi akan terus dilakukan di berbagai tempat dan pengejaran terhadap bandar narkoba akan tetap dilanjutkan. "Oleh karena itu, kita akan terus lakukan operasi ini, ya, di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandarnya," katanya.

Berita Lainnya