Pidana

Kecelakaan Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Orang, Sopir Diamankan

02 November 2026 · Justisio Editorial Team

Kecelakaan Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Orang, Sopir Diamankan

Photo by Tuhibagus Syarif on Unsplash

Kecelakaan maut terjadi di halte Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Minggu (1/11). Sebuah truk molen bermuatan semen menabrak kerumunan yang sedang menunggu transportasi umum di halte depan gerbang kampus BSI, mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan enam lainnya luka-luka. Polres Metro Bekasi Kota telah mengamankan sopir truk berinisial TM untuk menjalani pemeriksaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk bernomor polisi B 9548 MV melaju dari arah timur menuju barat. Kondisi jalan di sekitar lokasi kejadian diketahui menurun. Truk tersebut diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman saat melintas di jalan tersebut. Sopir kemudian berupaya membanting setir untuk mengarahkan kendaraan mendekati tembok pembatas kampus BSI, namun kendaraan diduga tetap tidak terkendali dan akhirnya menabrak 12 orang yang tengah menunggu transportasi umum.

Korban meninggal terdiri dari satu anak dan lima orang dewasa. Seluruh korban meninggal telah dievakuasi ke dua rumah sakit. Satu korban dibawa ke RS Siloam Rawa Panjang, sedangkan lima korban lainnya dibawa ke RSUD Kota Bekasi. Sementara itu, enam korban yang mengalami luka-luka masih menjalani perawatan di rumah sakit, dengan empat orang dirawat di RS Juwita dan dua lainnya di RS Siloam Rawa Panjang.

Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Putu Kholis Aryana mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan sopir truk berinisial TM yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut. "Kami telah mengamankan sopir truk berinisial TM yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut. Yang bersangkutan telah diamankan dan sedang dalam proses pemeriksaan," kata Putu di Bekasi, Minggu (1/11). Polisi juga turut mengamankan truk molen sebagai barang bukti.

Saat ini, TM masih diperiksa dengan status sebagai saksi. Namun, polisi membuka kemungkinan untuk meningkatkan statusnya menjadi tersangka apabila bukti yang dikumpulkan telah mencukupi. "Tentu apabila bukti-bukti telah mencukupi dan perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan, tidak menutup kemungkinan statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka," ujar Putu. Polisi berjanji akan mengusut tuntas kecelakaan ini melalui pendekatan scientific crime investigation.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kecelakaan. Penyidik juga mendalami kondisi kendaraan yang dikemudikan TM, termasuk riwayat perawatan dan pemeliharaan berkala serta pemenuhan kewajiban uji KIR. Dokumen-dokumen kendaraan juga akan dipelajari dan dijadikan bahan untuk melengkapi proses penyelidikan. Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Metro Jaya dijadwalkan akan turun pada Senin (2/11) untuk merekonstruksi kejadian secara ilmiah.

Untuk memindahkan truk dari badan jalan, petugas berkoordinasi dengan perusahaan pemilik kendaraan untuk mendatangkan derek. Selama proses tersebut, jalan ditutup sementara. Polisi juga memohon agar foto maupun video para korban tidak disebarluaskan demi menghormati duka orang-orang terdekat mereka. Perkembangan informasi akan disampaikan melalui saluran resmi kepolisian.

Berita Lainnya