Pidana

Polisi Gunakan KRL Saat Gerebek Narkoba di Kampung Bahari

02 November 2026 · Justisio Editorial Team

Polisi Gunakan KRL Saat Gerebek Narkoba di Kampung Bahari

Photo by muhammad arief on Unsplash

Aparat kepolisian menggunakan kereta rel listrik (KRL) untuk menuju Kampung Bahari, Jakarta Utara, dalam operasi penggerebekan narkoba pada Minggu (1/11). Penggunaan KRL dilakukan untuk menjangkau kawasan tersebut dari sisi jalur rel.

Penggerebekan dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso, menyatakan penggerebekan dilakukan dari berbagai sisi, termasuk dari sisi rel wilayah Kampung Bahari. Sebanyak 1.800 personel dikerahkan dalam operasi ini.

Dalam proses penggerebekan, polisi sempat mendapat perlawanan. Namun, operasi tetap dilakukan untuk memberantas peredaran narkotika. Transaksi narkoba masih terjadi di salah satu lapak yang berada di pinggir rel saat penggerebekan berlangsung. Lapak-lapak tersebut rencananya akan dibongkar agar tidak kembali disalahgunakan.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa perjalanan Commuter Line rute Jakarta Kota-Tanjung Priok sekitar pukul 06.25 WIB merupakan perjalanan kereta luar biasa (KLB) hasil koordinasi kepolisian dengan KAI Commuter. Karina memastikan perjalanan tersebut tidak berdampak terhadap operasional reguler Commuter Line menuju Tanjung Priok.

Dari hasil penggerebekan, sebanyak 27 orang ditangkap dan diamankan, berdasarkan informasi dari CNN Indonesia. Sementara itu, Detik News menyebutkan 26 orang diamankan. Kedua sumber sepakat bahwa sejumlah barang bukti turut disita, antara lain sabu, ganja, ekstasi, mesin pencetak ekstasi, alat isap sabu atau bong, senjata tajam, dan senjata api. Uang tunai juga ditemukan di lokasi. Puluhan orang yang diamankan akan diperiksa lebih lanjut oleh penyidik.

KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf karena tiga perjalanan KRL Jakarta Kota-Tanjung Priok sempat mengalami keterlambatan selama 4 hingga 19 menit. Keterlambatan tersebut dipicu oleh kerumunan warga di jalur rel saat proses penggerebekan berlangsung. Momen aparat kepolisian menggunakan KRL terekam dalam video yang beredar di media sosial, memperlihatkan aparat berdesakan di gerbong, beberapa di antaranya menggunakan helm dan membawa tameng.

Ke depannya, pihak kepolisian akan terus melakukan operasi serupa di berbagai tempat serta pengejaran terhadap bandar narkoba, sebagaimana disampaikan oleh Kombes Bismo Teguh Prakoso. Operasi ini menjadi bagian dari upaya pemberantasan peredaran narkoba secara berkelanjutan.

Berita Lainnya