Polisi Cocokkan DNA Jenazah di Pulau Enggano dengan Korban Kapal Hilang
14 September 2026 · Justisio Editorial Team
Photo by Simon Hurry on Unsplash
Aparat kepolisian tengah melaksanakan prosedur identifikasi dan pencocokan profil DNA terhadap jenazah seorang pria yang ditemukan di kawasan pesisir Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu. Langkah forensik tersebut dilakukan untuk memastikan kemungkinan adanya keterkaitan antara jasad tersebut dengan rombongan lima jurnalis dan tiga awak yang dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.
Penemuan jenazah tanpa identitas atau Mr. X ini bermula dari laporan masyarakat di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, pada Sabtu (12/9) sore. Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu, Mega Silva, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima informasi mengenai keberadaan jasad tersebut sebelum akhirnya bergerak menindaklanjuti laporan di lapangan. Jenazah kemudian dievakuasi dari Pulau Enggano menggunakan transportasi pesawat menuju Kepolisian Daerah Bengkulu untuk menjalani proses autopsi.
Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, mengonfirmasi bahwa tindakan autopsi telah selesai dilaksanakan di Polda Bengkulu. Dari hasil pemeriksaan fisik dan koordinasi antarwilayah kepolisian, diketahui jasad tersebut merupakan pria dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter, berkarakteristik kulit biasa, serta diperkirakan berusia di atas 50 tahun. Kondisi fisik wajah jenazah dilaporkan mengalami kerusakan. Pihak kepolisian saat ini masih menunggu perbandingan hasil uji sampel DNA dari Polda Bengkulu dengan sampel DNA yang sebelumnya telah dikumpulkan dari pihak keluarga para korban.
Pencocokan genetika ini menjadi bagian krusial dari operasi pencarian rombongan kapal cepat (speedboat) Arupadhatu yang mengangkut total delapan orang, yakni lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan satu orang pemandu wisata. Di sisi lain, Maruli turut menerangkan bahwa tim SAR sempat menemukan beberapa objek mengapung selama operasi pencarian berlangsung, meliputi jaket pelampung (life jacket), galon, serta helm. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan dan konfrontasi langsung dengan pemilik kapal Arupadhatu, seluruh objek temuan tersebut dipastikan tidak berkaitan dengan perlengkapan kapal rombongan jurnalis yang hilang.
Berita Lainnya
- KPK Tangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara dalam OTT Proyek Jalan
- Polisi Terapkan Keadilan Restoratif bagi Selebgram Jule dalam Kasus Etomidate
- Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Vape Etomidate, Selebgram Jule Direhabilitasi
- Ruang Bupati dan DPMD Bekasi Digembok Buntut Kekecewaan Pilkades
- Kasus Suap HGB, KPK Geledah Kantor Summarecon dan Rumah Dirjen ATR/BPN