Pidana

Aparat Selidiki KKB Kodap III Ndugama Terkait Pembunuhan Sopir di Wamena

17 September 2026 · Justisio Editorial Team

Aparat Selidiki KKB Kodap III Ndugama Terkait Pembunuhan Sopir di Wamena

Photo by Dicky Wauyari on Unsplash

Aparat keamanan melalui Satgas Operasi Damai Cartenz tengah menyelidiki dugaan keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama terkait aksi pembunuhan terhadap seorang pengemudi angkutan di jalur Wamena menuju Mbua, Papua Pegunungan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bernama Aris Sanda (41) atau berinisial AS, mengemudikan kendaraan dari Ilekma menuju Mbua dengan membawa sembilan orang penumpang serta muatan bahan kebutuhan pokok pada Selasa (15/9). Ketika melintas di Jalan Poros Habema KM 32, Kabupaten Jayawijaya sekitar pukul 08.30 WIT, kendaraan tersebut dihadang oleh kelompok bersenjata. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna, para penumpang kemudian disuruh kembali menuju Wamena, sedangkan korban disandera dan dibawa menuju area Danau Habema. Korban sempat dipaksa memegang bendera bintang kejora dan menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Papua di bawah todongan senjata api laras panjang yang terekam dalam video.

Korban ditemukan pada Rabu (16/9) pagi di dalam kendaraannya yang hangus terbakar pada kedalaman sekitar 13 meter di bibir jurang dari bahu jalan. Hasil olah tempat kejadian perkara memperlihatkan jenazah korban hangus terbakar dengan beberapa bagian tubuh mengalami karbonisasi. Petugas di lapangan juga menyita barang bukti berupa sebutir selongsong peluru laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta tas berisi dokumen identitas milik korban.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menyatakan pihaknya masih terus mendalami dan memverifikasi indikasi keterlibatan kelompok Kodap III Ndugama yang terpantau di sekitar area penyerangan guna menangkap para pelaku. Ia turut menegaskan bahwa tuduhan KKB yang menyebut korban sebagai aparat intelijen merupakan informasi bohong. Korban dipastikan merupakan warga sipil asal Toraja yang telah menjalani mata pencaharian sebagai sopir angkutan di rute tersebut selama kurang lebih 13 tahun.

Berita Lainnya