Bandar Narkoba Kabur saat Penggerebekan di Kampung Bahari, Polisi Kantongi Identitas
02 November 2026 · Justisio Editorial Team
Photo by Colin Davis on Unsplash
Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebekan di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (1/11/2026). Operasi gabungan ini menyasar dugaan peredaran narkoba di lokasi tersebut. Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menegaskan bahwa pihaknya akan terus memburu para bandar narkoba yang melarikan diri saat penggerebekan.
Kapolda Dadang mengaku telah mengantongi identitas dan data para bandar yang menjadi target operasi tersebut. "Untuk yang target memang mereka, eh, melarikan diri. Tapi kita sudah ada datanya. Dia tidak akan bisa bekerja, dia tidak akan lari ke ke mana, pasti akan kami kejar," kata Dadang kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa para bandar tersebut tidak lagi bisa memanfaatkan masyarakat Kampung Bahari sebagai tameng untuk menjalankan aktivitas peredaran narkoba.
Penggerebekan pada Minggu (1/11) pagi diawali dengan apel personel gabungan di kawasan Jakarta Utara. Operasi ini melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, BNN, Polres Metro Jakarta Utara, dan instansi terkait. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 29 orang beserta berbagai barang bukti beragam jenis narkotika. Barang bukti yang ditemukan antara lain diduga sabu, ekstasi, ganja, happy five, serta cartridge mengandung etomidate.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyuarakan dukungannya untuk Kepolisian RI dalam upaya pemberantasan narkoba. "Pemerintah DKI Jakarta memberikan support sepenuhnya, dukungan sepenuhnya kepada Polri yang sedang memberantas, mengambil tindakan tegas, perang terhadap narkoba," ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Ia berharap pemberantasan terhadap kampung narkoba di Jakarta dilakukan tuntas dan tidak setengah-setengah. Pramono juga menekankan komitmennya untuk memberikan dukungan fasilitas yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menyusul penggerebekan, Brimob Polda Metro Jaya memperkuat pengamanan di kawasan Kampung Bahari. Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto menyatakan personel Batalyon D Pelopor Kompi 4 dikerahkan untuk melakukan patroli dan pemantauan wilayah pada Senin (2/11). Upaya ini dilakukan untuk mencegah peredaran narkoba kembali terjadi sekaligus menjaga situasi tetap kondusif. Dalam patroli, anggota bergabung dengan jajaran kewilayahan untuk memantau sejumlah titik, dengan mengedepankan pendekatan humanis serta mengutamakan keselamatan warga, khususnya anak-anak.
Sebelumnya, pada Kamis (13/8) lalu, BNN juga pernah menggerebek Kampung Bahari. Penggerebekan tersebut dimulai dengan pengejaran bos narkoba berinisial MR dan sempat diwarnai perlawanan dari para loyalis MR. Kapolda Dadang menilai para pelaku telah meninggalkan lingkungan yang selama ini menjadi tempat berlindung, sehingga diperlukan upaya penyadaran masyarakat sekaligus penataan kawasan agar tidak kembali menjadi tempat persembunyian para pelaku kejahatan narkoba.
Brimob Polda Metro Jaya mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan dan bersama-sama mencegah peredaran narkoba. Warga yang menemukan aktivitas mencurigakan diimbau segera melapor melalui call center Polri 110. Kapolda Dadang memastikan para bandar yang kabur akan terus dikejar karena data mereka sudah dimiliki pihak kepolisian.
Berita Lainnya
- Kapolri dan Kepala BPOM Bahas Regulasi Kratom hingga Vape
- Ferry Boboho dan Tan Kian Hadir sebagai Saksi di Sidang Eks Jampidsus Febrie
- MA Kabulkan Kasasi, Nyatakan Surat Keterangan Penyetaraan SMA Gibran Tidak Sah
- Kapolri Larang Seluruh Personel Gunakan Vape, Berlaku di Dalam dan Luar Tugas
- Polisi Gunakan KRL Saat Gerebek Narkoba di Kampung Bahari