Bandar Narkoba di Kampung Bahari Jakarta Utara yang Lama Diincar Akhirnya Ditangkap Polisi
03 November 2026 · Justisio Editorial Team
Photo by Iqro Rinaldi on Unsplash
Polda Metro Jaya menangkap seorang terduga bandar narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, yang telah lama menjadi incaran polisi. Penangkapan ini dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya sebagai bagian dari operasi pemberantasan peredaran narkotika di wilayah tersebut.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso, menyampaikan bahwa tersangka yang diamankan berinisial K. Menurut Kombes Bismo, K merupakan salah satu dari 18 target yang telah dipetakan oleh pihak kepolisian dan langsung dilakukan penggerebekan saat petugas turun dari kereta. Proses penangkapan ini menunjukkan bahwa polisi telah lama memburu bandar tersebut.
Setelah diamankan, polisi melakukan tes urine terhadap K dan hasilnya menunjukkan bahwa ia positif mengonsumsi narkotika jenis etomidate. Kombes Bismo mengonfirmasi bahwa K positif etomidate di urinenya. Meskipun demikian, berdasarkan informasi yang dihimpun, polisi tidak mengamankan barang bukti narkotika dari tangan K pada saat penangkapan. Polisi saat ini masih melakukan pendalaman terkait kasus ini.
Kombes Bismo juga menjelaskan mengenai asal-usul narkoba yang beredar di wilayah Jakarta. Menurutnya, barang haram tersebut dipasok melalui jalur udara, laut, dan darat. Ia mencontohkan penangkapan di Aceh yang menunjukkan bahwa narkoba bisa berasal dari luar negeri, baik dalam bentuk bahan baku maupun barang jadi. "Asal-usul barang itu ya kita kalau lihat dari penangkapan yang di Aceh itu ya, kan ada yang dari luar tuh. Artinya barang itu, apakah itu dalam bentuk bahan baku atau barang jadi, itu salah satunya sumbernya dari luar. Luar tuh luar negeri ya. Bisa lewat laut, bisa lewat darat, bisa lewat udara," jelasnya.
Pihak terkait yang terlibat dalam penanganan kasus ini adalah Polda Metro Jaya yang berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bareskrim Polri untuk menentukan langkah hukum terhadap K. Kombes Bismo menegaskan bahwa Polda Metro Jaya akan terus berupaya menangkap para bandar narkoba dengan menerapkan berbagai taktik dan teknik. "Intinya itu. Ya kita akan gunakan segala macam cara, taktik dan teknik supaya bandar itu tertangkap," ujarnya. Ia juga menyebut bahwa informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengawasi peredaran narkoba, mengingat Indonesia yang memiliki banyak lautan sehingga jalur masuk narkoba bisa melalui jalur resmi maupun tidak resmi.
Saat ini, status proses hukum terhadap K masih dalam tahap pendalaman oleh pihak kepolisian. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait jaringan dan asal-usul narkoba yang dikonsumsi oleh K. Kombes Bismo menyatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pengawasan ketat. Polri, menurut Bismo, siap memberantas peredaran narkotika di Indonesia. "Kan Indonesia ini banyak lautan nih ya, ada lewat resmi, ada yang tidak resmi. Nah, itu butuh informasi dari masyarakat. Kalau misalnya ada yang dicurigai, nah bisa informasikan kepada petugas," kata dia.
Selanjutnya, pihak kepolisian akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba yang lebih luas. Kombes Bismo menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam memberikan informasi jika mencurigai adanya aktivitas narkoba. Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkotika di wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan berbagai cara, termasuk melalui operasi-operasi terpadu seperti yang dilakukan di Kampung Bahari.
Berita Lainnya
- Ketua KPK Sebut Penanganan Oknum TNI di Kasus BNPB Keputusan Panglima
- KPK Periksa Anak Eks Pejabat Pajak Haniv Terkait Kasus Gratifikasi
- Jokowi Akan Bersaksi di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Pastikan Terbuka untuk Umum
- Denny Indrayana Nilai Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres, Pemakzulan Harus Berjalan
- Majelis Kehormatan Gerindra Pecat Tiga Anggota DPRD Terlibat Pesta Narkoba